fstab
July 31, 2006
fstab merupakan sebuah file yang berisi informasi-informasi statis tentang berbagai macam file systems. Terletak di dalam direktori /etc. fstab hanya dapat dibaca oleh program tetapi program tidak bisa mengubah maupun menulis informasi ke dalamnya. Pembuatan dan perawatan fstab dilakukan oleh pengelola sistem (root).
Untuk kernel yang baru, diatas 2.6, sudah menyertakan udev (dulu menggunakan hotplug). Dengan udev, setiap device (misalnya USB flash, camera, memory card, hard disk, external optical drive, dll) yang dihubungkan dengan sistem, akan di mount secara otomatis (auto mount). Jadi tidak perlu repot menambahkan entry ke dalam fstab, maupun melakukan mount dan umount.
Aturan penulisan fstab:
- Setiap penjelasan dari file system dituliskan dalam baris yang terpisah (disebut record).
- fields dari tiap-tiap baris dipisahkan oleh tabs atau spaces.
- Baris yang diberi awalan dengan tanda #, hanya merupakan komentar atau catatan, tidak akan dibaca oleh program.
- urutan/penempatan dari records yang terdapat dalam fstab harus diperhatikan, karena perintah fsck, mount, dan umount akan bergantung pada informasi yang terdapat di dalamnya.
Contoh salah satu record yang terdapat dalam fstab:
/dev/hda1 /mnt/vo8-laptop ntfs defaults,nls=utf8,umask=007,gid=46 0 0
- field pertama, fs_spec (file sistem specification), menjelaskan tentang block special device atau remote file system yang akan di-mount.
- field kedua, fs_file (file system file), menjelaskan tentang mount point untuk file system yang bersangkutan. Untuk partisi swap, field ini harus di isi dengan none. Jika nama dari mount points menggunakan spasi, gunakan tanda \ (misalnya /mnt/ubuntu\ linux).
- field ketiga, fs_vfstype (file system virtual file system type), menjelaskan tentang tipe atau jenis dari file system yang digunakan oleh block special device atau remote file system yang bersangkutan. Linux mendukung banyak tipe file system, seperti adfs, affs, autofs, coda, coherent, cramfs, devpts, efs, ext2, ext3, hfs, hpfs, iso9660, jfs, minix, msdos, ncpfs, nfs, ntfs, proc, qnx4, reiserfs, romfs, smbfs, sysv, tmpfs, udf, ufs, umsdos, vfat, xenix, xfs, dll. Untuk informasi lebih detail baca man 8 mount. Untuk informasi tentang file system yang didukung oleh kernel yang digunakan, baca /proc/filesystems. entry “swap” menunjukkan bahwa partisi tersebut digunakan untuk swapping. Sedangkan entry “ignore”, akan menyebabkan baris tersebut untuk tidak diperhatikan. Hal ini berguna untuk menunjukkan bahwa partisi yang bersangkutan tidak digunakan.
- field keempat, fs_mntops (file system mount options), menjelaskan tentang mount options yang berkaitan dengan file system yang digunakan. Menggunakan koma (,) untuk memisahkan option yang berbeda. berisi paling tidak tipe mount, ditambah options tambahan yang sesuai dengan tipe file system yang digunakan. Untuk informasi tentang options yang tersedia, baca man 8 mount.
- field kelima, fs_freq (file system frequency), digunakan oleh perintah dump untuk melakukan dumping terhadap file system yang bersangkutan. Bila field ini dikosongkan atau tidak diberi nilai, maka secara otomatis akan diberikan nilai 0, maka proses dumping tidak akan diberlakukan pada file system tersebut.
- field keenam, fs_passno (file system pass number), digunakan oleh program fsck
untuk menentukan urutan file system yang akan di cek pada saat booting. root file system seharusnya di definisikan sebagai fs_passno 1 dan file system yang lain di definisikan setelahnya (2, 3, dst). file system yang terdapat dalam drive yang sama (hard disk yang sama) akan di cek secara berurutan, tetapi file system yang terdapat dalam drive yang berbeda akan di cek secara bersamaan, untuk memanfaatkan ke-paralelan (parallelism) yang tersedia pada perangkat keras. Jika field ini dikosongkan atau bernilai 0, maka fsck akan menganggap bahwa file system tersebut tidak perlu dilakukan pengecekan.
last update 31/07/2006
nsa Wijayanto
freedomcasher@gmail.com
Entry Filed under: Manual. .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed