Instalasi Packages Langsung Dari Source Code

August 7, 2006 at 2:16 am 7 comments

Terdapat banyak keunggulan dari menginstall packages langsung dari source code (biasanya menggunakan ekstensi tar.gz atau tar.bz2), daripada menginstall packages menggunakan binary files atau package management yang spesifik untuk distribusi tertentu (rpm, deb, tgz, dll). Salah satunya adalah packages yang diinstall akan berfungsi lebih maksimal, karena instalasi packages dari source code akan menyesuaikan dengan spesifikasi sistem yang digunakan. Bila dibandingkan dengan package management yang tentunya dirancang khusus untuk arsitektur tertentu, misalnya i386, i586, i686, dll, yang belum tentu cocok dengan arsitektur hardware yang kita gunakan, maka instalasi dari source code menjadi alternatif yang tentunya lebih baik, walaupun proses instalasinya tidak semudah ketika menggunakan package management.

Pada tips kali ini, saya akan mencoba untuk menjelaskan sesederhana mungkin tentang proses instalasi menggunakan source code. Untuk informasi yang lebih detail silahkan baca dokumentasi README dan INSTALL yang diikutsertakan dalam source code, karena tiap-tiap package memiliki metode instalasi sendiri-sendiri, tetapi secara umum metode yang dipakai sama:

1. Gunakan user account biasa, kemudian ekstrak source code file yang akan diinstall:

- untuk file yang menggunakan ekstensi tar.gz, gunakan perintah:

tar -vxzf file_name.tar.gz

option -v digunakan untuk verbose (menampilkan detail dari proses yang sedang berlangsung).

option -x digunakan untuk melakukan decompressing (ekstraksi).

option -z digunakan untuk melakukan decompressing melalui gzip atau gunzip.

option -f digunakan untuk melakukan decompressing terhadap target file yang menjadi argument (dalam contoh diatas file_name.tar.gz).

- untuk file yang menggunakan ekstensi tar.bz2, gunakan perintah:

tar -vxjf file_name.tar.bz2

option -j atau –bzip2 digunakan untuk melakukan decompressing melalui bzip2.

Urutan dari option boleh dibolak-balik. Untuk keterangan lebih lengkap, silahkan baca man tar dan atau info tar.

2. Pindah ke direktori file yang sudah diekstrak (dalam contoh kali ini file_name), kemudian jalankan perintah ./configure, yang berfungsi untuk menyesuaikan package dengan sistem anda. Anda juga bisa memberikan option terhadap perintah ./configure, keterangan selengkapnya baca di README dan INSTALL. Tunggu sampai proses selesai dan perhatikan jika ada pesan kesalahan yang muncul.

3. Masih berada di direktori yang sama, jalankan perintah make, yang berfungsi untuk meng-compile package. Tunggu sampai proses selesai dan perhatikan jika ada pesan kesalahan yang muncul.

4. Gunakan root account dan jalankan perintah make install untuk melakukan instalasi package.

5. Jika proses instalasi berjalan dengan sukses, seharusnya sekarang anda sudah dapat menjalankan package yang sudah anda install tersebut.

Jika terdapat pesan kesalahan, baca dengan cermat, kemudian rujuklah dokumentasi yang disediakan, biasanya terdapat dalam README dan INSTALL.

last update 07/08/2006

nsa Wijayanto
freedomcasher@gmail.com

Advertisement

Entry filed under: Linux Tips n Tricks. Tags: .

Emulator Playstation di Linux

7 Comments Add your own

  • 1. Dany "sparrow"  |  August 7, 2006 at 2:41 am

    thank’s jawabannya ntar tak coba dirumah, sehabis tak coba nanti aku masuk ke blog ini lagi deh,biar kelihatan rame. Aku juga punya rencana untuk bikin blog.

    Reply
  • 2. charles  |  August 13, 2006 at 3:52 am

    hallo :>
    aku udah aga lama pake Linux, masih sering sebel juga klo install-install :

    Reply
  • 3. charles  |  August 13, 2006 at 3:56 am

    cara mudah pake perintah “rpmbuild” gimana ya ??
    manualnya bikin laper !!! :

    Reply
  • 4. charles  |  August 13, 2006 at 3:57 am

    ato klo pake software “krpmbuilder” gimana ????
    di website resminya belum selesai penjelasannya

    Reply
  • 5. pipinshin  |  August 14, 2006 at 2:08 pm

    nganu bedanya antara perintah -x ama -z, aku agak rancu, kan sama2 di extract, apa beda software packing apa gimana, terus apakah semua file targz ada file kompresi ato cuman sebagian aja, jujur aku gak pernah nginstal pake targz package, gimana kalo nginstal file targz yang ada kompresinya tapi gak dikasih perintah -x ato -z.. sori kebanyakan nanya soalnya masih cupu kk

    Reply
  • 6. si slackware  |  June 22, 2007 at 8:15 pm

    #

    5. pipinshin | August 14th, 2006 at 2:08 pm

    nganu bedanya antara perintah -x ama -z, aku agak rancu, kan sama2 di extract, apa beda software packing apa gimana, terus apakah semua file targz ada file kompresi ato cuman sebagian aja, jujur aku gak pernah nginstal pake targz package, gimana kalo nginstal file targz yang ada kompresinya tapi gak dikasih perintah -x ato -z.. sori kebanyakan nanya soalnya masih cupu kk

    Reply
  • 7. Apep  |  November 8, 2007 at 6:26 am

    Hari ini harus Lebih Baik dari pada Hari Kemarin,
    Hari Esok Harus lebih Baik dari Pada Hari Ini.

    Dan

    Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka dia tergolong Orang yang jelek.
    Barang siapa yang hari ini lebih jelek dari pada hari kemarin, maka dia tergolong Orang yang Merugi.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


a

 

August 2006
M T W T F S S
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Recent Posts


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.